Letter

Dear Floo,

You are the gatekeeper of your life, deciding what goes into – and comes out – of your castle. When anger or hate or negativity try to enter, pull up your drawbridge and engage it not. Anger, hate and negativity can not hurt you without your permission.


Do not let anger, hate or negativity dwell in your castle; they have no home in you.


Love,

~Floo~

Happiness


Money, Relationships, Jobs datang dan pergi dalam hidup. Aku suka menggunakan analogi roller coaster. "When you ride a roller coaster, it’s full of ups and downs."
Kadang-kadang kau memiliki semuanya, dan terkadang kau seperti tak memiliki apapun.

Money, Relationships, Jobs bisa diambil dari kita, hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang bisa membuat kita bahagia. Jika menurutmu kebahagiaan berasal dari itu semua, maka kau mungkin akan berakhir hidup dalam ketakutan salah satu dari mereka akan diambil.

Hidup selalu antara Ups and downs. Hidup ini penuh dengan keduanya. Aku tidak berpikir ini tentang memaksimalkan Ups dan meminimalkan Downs. Aku hanya berpikir bagaimana menerima kehidupan yang ditawarkan dengan antusias, hati yang terbuka dan sukacita.

Jangan menunggu untuk menurunkan berat badan, atau untuk meningkatkan berat badan, untuk memulai hidup sehat, untuk memulai pekerjaan baru, untuk menikah, untuk jatuh cinta, untuk mati, atau dilahirkan kembali... Untuk menjadi bahagia

Tidak ada waktu yang lebih baik untuk bahagia lebih dari sekarang.

Jadi... Hiduplah dan menikmati saat ini...

07:41

Floo : Sedih gk jelas…

Langit : Kenapa? hanya soal perasaan aja? Pasti ada pemicu…
Floo : Mungkin... kenapa saat kau menyukai kau pun harus merasa takut kehilangan…
Langit : Ya memang begitu, floo... cinta itu harus dirawat dengan rasa cemas
Floo : Cemas ini bikin gk enak... paranoid, terbawa perasaan… bukan seperti ini aku gak suka.
Langit : Dihadapi, floo.Caranya, melepaskan rasa cemas itu sebagai bagian dari rasa sayangmu, biasa begitu.. tapi dihadapi… Pelan-pelan juga akan berkembang menjadi kesadaran untuk menerima situasi apa pun yang bakal datang, aku sering berada dalam situasimu, floo... sampai pada sebuah kesimpulan, aku mengukur sayangku dari rasa sakit yang akhirnya kudapatkan
Floo : Harus aku hilangkan... atau aku biarkan aja seperti ini..?
Langit : Biarkan, dan siapkan dadamu menjadi tanah lapang untuk menerima situasi apa pun
Floo : I'm just scared...
Langit : Jangan takut, nanti aku temani
Floo : Hahaha… thanks ya…

Benci


Membencimu satu malam ini saja... dan esok pagi aku akan mencintaimu seperti biasa lagi.

IT'S JUST A COFFEE SHOP Chp. 3

I stare at the mirror taped to my bedroom door. Fairy lights on. Bed unmade. Hoodie Elian would wear white. Safe. Invisible. But tonight is ...