Skip to main content

Konsep tentang Pengharapan dan Pemberian

Ini gw baca tadi siang... sebuah konsep tentang pengharapan dan pemberian. Sebuah kunci sederhana tentang hidup bahagia. 

Anggaplah X adalah pemberian dan Y adalah pengharapan. Dengan konsep pembagian sederhana x/y sebagai hasil untuk apa yang kita dapatkan.. 
Ambil contoh X (pemberian) adalah 6 dan Y (pengharapan) adalah 3, maka x/y yang kita dapatkan adalah 2... Ambil contoh pemberian (X) adalah 5 dan pengharapan dari apa yang sudah kita berikan (Y) adalah 10, maka yg kita dapatkan adalah 5/10 atau hanya 0,5. Lalu bagaimana yg paling baik? 
Yg paling baik adalah berikan sebanyak-banyaknya dan berharaplah NOL. Karena bilangan dibagi nol sama dengan.... Tak terhingga. :)

Comments

bybyq said…
good analogy... tapi tapi tapi... playing the devil's advocate... heheheh...

kalau berapapun bilangan kalau dibagi nol samadengan tak terhingga... kenapa harus ngasih sebanyak2nya? kasih aja satu atau dua, apa bedanya sama ngasih 10 atau sejuta?

sorry just being a bitch... this is a good analogy and i agree that the less we hope the happier we are, but i couldn't help poking the loophole in that analogy.

Anyway... happy new year Miss Floo
floo said…
This comment has been removed by a blog administrator.
floo said…
Mungkin maksudnya memberi saja tanpa berharap... hingga kita tidak terbebani dengan harapan yang terlalu besar dan rasa kecewa karena yang kita terima tidak sebesar yg kita inginkan... Memberi dengan tulus rasannya pasti membahagiakan, apa lg klo sering, tidak harus selalu tentang cinta kok.

Happy new year Juga.. ^_^

Popular posts from this blog

Stranger III

Aku bergegas pulang, mencuci rambut, mengenakan baju merah dan mencari celana hitam namun tidak berhasil menemukannya di mana pun. Sialan! Di mana aku meletakannya? Tak ada waktu lagi aku memutuskan untuk mengenakan rok hitam. Tersenyum pada diriku sendiri saat berdiri di depan cermin, stoking hitam dan sedikit make-up. Melirik jam, baru sadar sudah jam 18:45. Seharusnya sudah berangkat. Aku memutuskan untuk berjalan ke bar karena cukup dekat, hanya beberapa blok dari tempat tinggalku. Aku mungkin akan memesan minum untuk membuatku sedikit lebih santai dan menunggu Ris. Sesampainya di bar tepat pukul 07:00, aku disambut Sue di depan counter. Aku memesan anggur putih, melirik sekeliling, satu kelompok orang di sebelah bawah bar, beberapa orang di salah satu stand dan beberapa anak perempuan di sudut agak gelap. Ada lagi sekelompok perempuan di ruang sebelah kolam renang tapi mereka semua memakai pakaian hitam atau t-shirt putih. Duduk menunggu, senang bahwa Sue sedikit sibuk k...

The Curse

Rabu kemaren salah satu kawan menyebut nama saya jadi salah satu orang yang di kutuk juga... ternyata kutukan ini berisi 11 hal tentang saya dan 11 hal yang harus saya jawab, dan 11 pertanyaan yang harus saya buat... jadi sebenernya gak bener-bener 11 ya... klo di jumlahin malah jadi 33 biji. Haduuhh... Pagi-pagi dah dapet Per Er jugaaa... banyak pulaaa....  Baiklaahhh... ayo kita mulai kerjain Per Er nya... tapi sebelum nulis tuh, saya biasanya ritual dulu, ngopi dulu lah, ngerokok dulu lah, twitteran dulu lah, efbean dulu lah... hehehe... Akhirnya gak nulis-nulis. Canggih ya.... hehe...  11 tentang Floo : 1. Saya anak pertama dari 4 bersodara, entah mungkin karena anak paling gede nih, sejak kecil saya paling sering di suruh ini itu. Mulai ambil kayu bakar di hutan sampe gembala sapi... hehehe.. gak denk. Keluarga mempercayakan banyak hal pada saya... termasuk mengurus diri sendiri. Dari zamannya saya masih SMU sampe kerja, saya ngekos (beli rumah belum mampu w...

Saat Mereka Saling Mencintai

Mereka saling mencintai selama bertahun-tahun, terkadang bertengkar, untuk alasan-alasan yang sangat kekanak-kanakan, sangat sepele, dan juga sangat konyol. Namun mereka tetap bersama, entah karena cinta atau kebiasaan, yang kita, orang luar, tidak tahu. Terkadang orang-orang yang terlibat bahkan tidak tahu betapa mereka saling mencintai, jadi bagaimana orang luar seperti kita bisa memahami masalah-masalah abstrak seperti itu? la mencintainya lebih dari yang bisa dilihatnya, dan ia mencintainya lebih dari yang bisa ditunjukkannya. Mereka selalu berselisih, berdebat, dan merajuk. Setiap kali, ia menanyakan pertanyaan yang sudah tak asing lagi, "Apakah kau benar-benar mencintaiku?" Mereka berdua saling mencintai, bukan karena kepribadian mereka berbeda, melainkan karena mereka menyadari bahwa mereka terlalu mirip: keras kepala dan konservatif. Setiap kali mereka bertengkar, mereka diam, mungkin seminggu, mungkin sebulan. Mereka saling mencintai dengan cara yang berbeda, seolah ...