Hidup mengalir seperti air, misteri yang membawa kita entah ke mana kata seseorang, tapi kenapa saya lebih suka menjadi ikan ketimbang daun kering mengambang pasrah diantarkan ke selokan... Bukannya kelewat menyedihkan seandainya kita tidak mampu memilih ke arah mana kita akan pergi... Masih untung jika pada akhirnya selokan berakhir di laut yang biru, yang sejuk, yang sayu... Bagaimana jika alirannya malah mengantar kita ke rawa-rawa suram...?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
IT'S JUST A COFFEE SHOP Chp. 3
I stare at the mirror taped to my bedroom door. Fairy lights on. Bed unmade. Hoodie Elian would wear white. Safe. Invisible. But tonight is ...
-
I stare at the mirror taped to my bedroom door. Fairy lights on. Bed unmade. Hoodie Elian would wear white. Safe. Invisible. But tonight is ...
-
Aku bergegas pulang, mencuci rambut, mengenakan baju merah dan mencari celana hitam namun tidak berhasil menemukannya di mana pun. Sialan! ...
-
Rabu kemaren salah satu kawan menyebut nama saya jadi salah satu orang yang di kutuk juga... ternyata kutukan ini berisi 11 hal tentang s...
2 comments:
iyah betul, jadi hidup itu jangan mengalir begitu saja yah, harus punya kendali :D
kan repot kalo mengalir ke rawa-rawa yg suram, ada buaya, serem !!
aku akan lebih merasa beruntung kalo pun mengalir ke rawa suram dan bertemu cinta sebaik Shrek daripada mengalir dilaut biru nan luas tapi sendiri.
-Ris-
Post a Comment