Discrimination, Hatred, and even Violence

Diskriminasi, kebencian, pelecehan, dalam berbagai tingkat, dari lingkungan straight mungkin bukan hal asing bagi kaum minoritas gay. Bahkan diskriminasi dapat berupa hal sepele seperti gurauan-gurauan yang sebenarnya dapat dikategorikan sebagai pelecehan. Tapi aku pikir kita terlalu fokus menjadi korban dari semua kebencian tersebut, karna terkadang kita lupa bahwa kita pun bisa menjadi pelaku diskriminasi terhadap kaum kita sendiri.
Pagi ini, aku membaca tentang diskriminasi dalam komunitas gay. Mengingatkanku tentang cerita seorang kawan, bagaimana dia diperlakukan dengan sangat buruk oleh orang terdekatnya pemaksaan, pemerasa, penipuan, ancaman membeberkan identitas nya sebagai gay ke keluarga dan lingkungan kerjanya, bahkan kekerasan fisik. Seorang waria berbicara tentang diskriminasi yang dia alami - bukan dari orang straight, tetapi dari dalam lingkungannya.

Kita selalu memperjuangkan persamaan hak pada dunia, menghapus diskriminasi
terhadap LGBT. Namun kita seperti menutup mata terhadap hal-hal buruk yang terjadi dalam komunitas kita sendiri.

Menyadari diskriminasi dalam komunitas gay merupakan langkah pertama yang sangat besar dalam mengatasinya. Mungkin hal yang paling efektif dapat kita lakukan adalah memperlakukan satu sama lain - dalam pikiran, kata dan tindakan - sebagai saudara dan saudari kita yang sebenarnya.


Kita semua bisa berbuat lebih baik...

a Note Addressed to You…

It happened in the past. And it happened once. But in your memory, you’re letting it happen over and over again, each and every day. You can’t change that it happened, but you can change that it continues to happen to you.

It’s time to let it go, and no longer haunt yourself with shame, remorse and guilt.

And the truth is, it happened for a reason. Though it may be hard to understand that reason from where you sit in time and space, my vantage point allows for a clearer perspective. Learn the lesson being offered, and allow yourself the freedom to move forward with these simple but powerful words: “I am sorry. Please forgive me. I love you. I thank you.”

Love,

Reasons to Smile

Truth be told – and perhaps very predictably – I don’t really need a reason to smile. I think joy and bliss are our natural state, and that we learn the unhappiness that so many of us experience.

But if you do need a reason to smile, here are six of them:

1. You are loved. If you’re not loved by yourself, you are at least loved by me. And probably a whole bunch of other people to which you mean the world. Best of all, you have the ability to reciprocate that love – and doing so is guaranteed to make you smile.
2. Smiles make new friends. There’s no better way to open yourself to other people than by smiling at strangers. Smiles attract attention, and your smile may spark a new and fulfilling friendship.
3. Because you’re worth it. Not a single one in this wold is more deserving of love, more beautiful, or more magical than you. Knowing that, how can’t you smile?
4. A smile looks good on you. In fact, smiling is my best-kept beauty secret. A radiant smile works with any outfit, any season and any combination of colors or prints. Wear it proud!
5. It’s good for you. Smiling doesn’t just make you more attractive, it reduces stress, boosts your immune system, lowers blood pressure and releases endorphins.
6. Because it’s contagious. Your smile lights up a room – and other people take notice. Your smile helps others connect with their happiness. If you won’t smile for yourself, do it for others.

And I know what you’re thinking, there are certainly a number of reasons not to smile today. You don’t need me to remind you of those. But by focusing on the negative, you’re probably only ensuring a negative mood, attitude and experience.

Why not focus on those things that will lift you up, and align yourself with a more loving and positive energy? The choice, as always, is yours. :-D

Baik-baik Saja

Aahh... butuh bahu untuk bersandar... atau tangan yg mengusap kepalaku... atau kata-kata yang membesarkan hatiku...

"Hai Floo... semuanya akan baik2 saja."

Letter

Dear Floo,

You are the gatekeeper of your life, deciding what goes into – and comes out – of your castle. When anger or hate or negativity try to enter, pull up your drawbridge and engage it not. Anger, hate and negativity can not hurt you without your permission.


Do not let anger, hate or negativity dwell in your castle; they have no home in you.


Love,

~Floo~

Happiness


Money, Relationships, Jobs datang dan pergi dalam hidup. Aku suka menggunakan analogi roller coaster. "When you ride a roller coaster, it’s full of ups and downs."
Kadang-kadang kau memiliki semuanya, dan terkadang kau seperti tak memiliki apapun.

Money, Relationships, Jobs bisa diambil dari kita, hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang bisa membuat kita bahagia. Jika menurutmu kebahagiaan berasal dari itu semua, maka kau mungkin akan berakhir hidup dalam ketakutan salah satu dari mereka akan diambil.

Hidup selalu antara Ups and downs. Hidup ini penuh dengan keduanya. Aku tidak berpikir ini tentang memaksimalkan Ups dan meminimalkan Downs. Aku hanya berpikir bagaimana menerima kehidupan yang ditawarkan dengan antusias, hati yang terbuka dan sukacita.

Jangan menunggu untuk menurunkan berat badan, atau untuk meningkatkan berat badan, untuk memulai hidup sehat, untuk memulai pekerjaan baru, untuk menikah, untuk jatuh cinta, untuk mati, atau dilahirkan kembali... Untuk menjadi bahagia

Tidak ada waktu yang lebih baik untuk bahagia lebih dari sekarang.

Jadi... Hiduplah dan menikmati saat ini...

07:41

Floo : Sedih gk jelas…

Langit : Kenapa? hanya soal perasaan aja? Pasti ada pemicu…
Floo : Mungkin... kenapa saat kau menyukai kau pun harus merasa takut kehilangan…
Langit : Ya memang begitu, floo... cinta itu harus dirawat dengan rasa cemas
Floo : Cemas ini bikin gk enak... paranoid, terbawa perasaan… bukan seperti ini aku gak suka.
Langit : Dihadapi, floo.Caranya, melepaskan rasa cemas itu sebagai bagian dari rasa sayangmu, biasa begitu.. tapi dihadapi… Pelan-pelan juga akan berkembang menjadi kesadaran untuk menerima situasi apa pun yang bakal datang, aku sering berada dalam situasimu, floo... sampai pada sebuah kesimpulan, aku mengukur sayangku dari rasa sakit yang akhirnya kudapatkan
Floo : Harus aku hilangkan... atau aku biarkan aja seperti ini..?
Langit : Biarkan, dan siapkan dadamu menjadi tanah lapang untuk menerima situasi apa pun
Floo : I'm just scared...
Langit : Jangan takut, nanti aku temani
Floo : Hahaha… thanks ya…

Benci


Membencimu satu malam ini saja... dan esok pagi aku akan mencintaimu seperti biasa lagi.

Jarak



Tak ada yang lebih surga, kecuali saat kita begitu erat menghimpit jarak...

Hadiah Valentine

Paket itu ku terima pagi ini, kotak merah muda dengan seutas pita warna senada. Yaaah... kau membuatku berbunga.

“Halo Honey, hadiahnya sudah kuterima. Belum aku buka, aku ingin menelpon kamu lebih dulu... kau membuatku sangat bahagia."

"Hai sayang, Selamat Hari Valentine, kuberi kamu hadiah hatiku. Bukalah…” jawabnya di sebrang sana

Tak sulit membuka sebuah kotak... kotak hadiah valentine berisi jantung hati berwarna merah darah dengan denyut lemah.

IT'S JUST A COFFEE SHOP Chp. 3

I stare at the mirror taped to my bedroom door. Fairy lights on. Bed unmade. Hoodie Elian would wear white. Safe. Invisible. But tonight is ...